Dan
bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus
Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu
(Roma 5:11).
Seorang anak remaja Kristiani
mulai bertanya-tanya tentang arti agama dan kebenaran Tuhan dan segala
kasihNya dalam Tuhan Yesus. Di gereja ia memperhatikan ayahnya yang
terlihat sangat khusuk memuji Tuhan, berdoa dan mendengarkan FirmanNya.
Sesampainya di rumah ia mempertanyakan keragu-raguannya kepada sang
ayah. �Ayah, kenapa ayah sangat bertekun mengimani Tuhan Yesus? Apakah
itu sangat penting? Apa hebatnya Dia? Sang ayah menjawab, �Karena belas
kasihan dan anugerahNya yang tak ternilai itu anakku.� Sang anak kurang
puas dengan jawaban sang ayah dan menggeleng, namun dia tidak memberikan
komentar lagi. Sang ayah bisa melihat bagaimana anaknya belum mengerti
arti rahmat dan anugerah dari Tuhan. Ayahnya pun berkata lagi, �Apakah
kamu senang dengan piala-pialamu bermain bulu tangkis?� Tanya sang ayah.
�Tentu ayah, itu sangat kubanggakan.� �Kalau begitu mari kita buatkan
lemari khusus dari kaca untuk menyimpan semua piala dan medalimu itu
agar terawat.� Sang anak tampak senang sekali, matanya pun
berninar-binar. Ia bangga dan bermegah karena piala-piala itu. Lalu
ayahnya berkata: �Piala dan medali-medali itu sangat berharga bagimu
sebab kamu sudah berjuang, memeras tenaga, bekerja keras dan mati-matian
berlatih untuk mendapatkannya. Dan kamu pun berbangga diri atas medali
yang kau dapatkan itu. Demikianlah iman ayah dalam Kristus. Ayah sangat
bermegah dalam Kristus dan tidak pernah menganggap anugerahNya sebagai
sampah meskipun itu telah diberikanNya ribuan tahun lalu. Sebaliknya,
ayah tetap dapat bermegah di dalamNya sebab dalamNya ayah mengimani ada
perjuangan yang tidak sia-sia yang telah Ia lakukan.�
Saat ini banyak hal-hal yang dibanggakan dan dimegahkan oleh manusia. Ada yang memegahkan diri karena memiliki mobil-mobil mewah lebih dari dua, ada pula karena memiliki banyak investasi berupa rumah dan tanah, atau hal-hal lainnya yang dianggap sangat penting dalam dunia yang fana ini. Semua hal itu jelas membuat manusia senang, namun apakah kita bermegah atas itu semua? Firman Tuhan (baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) berulang-ulang menyatakan bahwa bilapun kita bermegah, hendaklah kita bermegah di dalam Tuhan sebagaimana dalam nas hari ini. Hal yang sama juga disampaikan oleh Paulus: : "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." (1 Kor.1:31). Demikianlah hendaknya kita umat Tuhan bermegah dalam Kristus, sebab di dalamnya tidak akan ada kesombongan dan kebinasaan, melainkan sukacita yang melimpah.
Saat ini banyak hal-hal yang dibanggakan dan dimegahkan oleh manusia. Ada yang memegahkan diri karena memiliki mobil-mobil mewah lebih dari dua, ada pula karena memiliki banyak investasi berupa rumah dan tanah, atau hal-hal lainnya yang dianggap sangat penting dalam dunia yang fana ini. Semua hal itu jelas membuat manusia senang, namun apakah kita bermegah atas itu semua? Firman Tuhan (baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) berulang-ulang menyatakan bahwa bilapun kita bermegah, hendaklah kita bermegah di dalam Tuhan sebagaimana dalam nas hari ini. Hal yang sama juga disampaikan oleh Paulus: : "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." (1 Kor.1:31). Demikianlah hendaknya kita umat Tuhan bermegah dalam Kristus, sebab di dalamnya tidak akan ada kesombongan dan kebinasaan, melainkan sukacita yang melimpah.
DOA:
Ya TUHAN Allah, manakala kesombongan mengintip dari hati kami, tegurlah
kami Tuhan agar tidak memegahkan apapun di dunia ini selain Engkau.
Kata-kata Bijak:
Bermegah dengan memiliki hal-hal yang dari dunia ini adalah kesia-siaan
sebab hanya dalam Tuhanlah kita dapat bermegah yang sesungguhnya.
Kata-kata Bijak:
Bermegah dengan memiliki hal-hal yang dari dunia ini adalah kesia-siaan
sebab hanya dalam Tuhanlah kita dapat bermegah yang sesungguhnya.